Info Dokter

Kondisi Rambutmu Adalah Tanda Kesehatanmu

kondisi rambutmu adalah tanda kesehatanmu

Tahukah kamu, kalau kondisi rambutmu adalah tanda kesehatanmu? Tidak hanya bagi wanita, rambut adalah mahkota yang memerlukan perawatan khusus. Tidak hanya dicuci rutin setiap 2-3 hari sekali, tetapi kadangkala juga perlu diberikan vitamin dan bahkan masker rambut agar tetap tumbuh dengan sehat dan indah.

Namun seringkali orang tidak menyadari bahwa merawat rambut tidak hanya pada sebatas agar bersih dari ketombe atau tidak rusak saja, tetapi rambut yang sehat mengindikasikan tubuhmu juga sehat.

Menurut Gideon Koren, peneliti dari University of Western Ontario, kondisi rambut dapat menunjukkan tingkat stres, kandungan kolesterol dalam tubuh, hingga kemungkinan penyakit berat yang diderita oleh pemiliknya. So pay more attention to the health of your hair.

Jika kamu pernah mendengar bahwa kuku bisa menjadi indicator kesehatan seseorang, maka demikian juga dengan kondisi rambut, yang juga sama pentingnya untuk melihat kondisi kesehatan tubuh seseorang.

 

kondisi rambutmu adalah tanda kesehatanmu

sponsored: halojasa

Tanpa disadari seringkali rambut menunjukkan berbagai perubahan sesuai dengan arah kesehatan.

Rambut yang dirawat dengan baik akan menunjang penampilan yang baik dan menarik. Rambut yang sehat menandakan bahwa kondisi kesehatan yang empunya pun dalam keadaan yang sehat juga.

Nah.., supaya lebih jelas lagi, yuk kita lihat beberapa kondisi rambut yang penting untuk kamu ketahui :

1. Rambut rontok

Rambut rontok adalah keadaan yang wajar, jika kerontokan rambutmu tidak lebih dari 150 helai setiap harinya. Meskipun kamu tidak dapat menghitung satu per satu rambut yang rontok, tetapi jika dirasa tidak wajar kerontokannya, berarti ada yang tidak beres di dalam tubuh. Beberapa penyebab kerontokan rambut adalah karena stres yang berat sehingga mempengaruhi bahkan dapat menganggu sistem metabolisme rambut.

Selain karena stress, perubahan hormon saat sedang haid, atau mengandung atau sesudah melahirkan, juga dapat menjadi sebab terjadinya rambut rontok. Selain itu, hal ini juga bisa disebabkan oleh terganggunya keseimbangan hormon, khususnya jika hormon kortisol atau yang kerap disebut sebagai hormon stress berada dalam jumlah yang berlebihan.

Jika kerontokan juga ditandai dengan hal lain seperti kenaikan berat badan atau otot yang lemah, bisa jadi hal ini adalah tanda masalah kesehatan yang lebih serius dan harus segera diperiksakan ke dokter.

Hal yang dapat kamu lakukan untuk mencegah kerontokan yang lebih parah lagi adalah dengan lebih banyak mengkonsumsi vitamin D yang berguna untuk menguatkan akar rambut. Selain itu, mengkonsumsi makanan yang kaya zat besi seperti ayam, telur, dan kacang-kacangan.

2. Berketombe

Sepertinya kalau sudah menyebut ketombe, kulit kepala langsung gatal ya? Ketombe sepertinya bercak putih yang kalau digaruk bisa langsung rontok, dan mengacaukan penampilan. Apalagi kalau kamu sudah dandan cantik, berpakaian serba hitam, lalu ketombe rontok satu per satu ketika disisir, lalu jatuh berguguran di pakaian eleganmu, Ugh…, rasanya itu pengin mengusir jauh-jauh si ketombe ya?

Memang betul, siapa pun pasti tidak ingin mempunyai rambut yang berketombe. Ketombe dengan warna putih bersih bisa diatasi dengan sampo anti ketombe agar rambut tetap bersih dan ketombe bye bye jauh. Namun, kamu harus waspada ketika ketombe berubah menjadi berwarna kuning, berminyak, dan baunya tidak sedap, karena kemungkinan itu adalah tanda-tanda psoriasis. Penyebabnya adalah jamur yang menyerang kulit saat kondisi tubuh sedang menurun. Tak hanya itu, ketombe jenis ini juga sering muncul saat pergantian cuaca, khususnya di musim pancaroba.

Jika kondisi ketombe kamu sudah tidak bisa diatasi dengan sampo, maka ada baiknya segera berkonsultasi dengan ahli dermatologi. Karena jika penyebabnya karena bakteri atau jamur, maka tentunya segera perlu penanganan intensif.

3. Rambut kering dan rapuh

Rambut patah adalah rambut yang lepas tidak berawal dari akar rambut. Rambut kering dan ujung bercabang juga biasanya merupakan tanda bahwa rambut yang tidak sehat. Kondisi rambut yang seperti ini bisa menjadi salah satu indikiasi empunya rambut memiliki tekanan darah tinggi.

Ketika tekanan darah tinggi, maka tingkat kalsium akan turun, sehingga menyebabkan rambut menjadi kering dan mudah patah. Selain tekanan darah tinggi, rambut yang rapuh dan pecah-pecah bisa menjadi tanda anemia atau gangguan tiroid. Rambut kering. Hal lainnya, bahwa rambut kering juga bisa disebabkan oleh perubahan keseimbangan hormon. Hal ini kerap terjadi pada wanita yang sedang hamil atau yang mulai memasuki fase menopause.

Untuk mengatasi rambut yang kering, mudah patah dan bercabang seperti ini, perlu diberikan vitamin khusus yang dapat mengembalikan kelembaban rambut. Banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung omega 3 seperti ikan, minyak ikan, dan kacang-kacangan.

4. Rambut botak dan menipis

Rambut yang rontok di beberapa bagian kulit kepala saja sering disebut ‘pitak’ atau botak. Daerah kepala yang mengalami kebotakan, bagian dekat dahi dan belahan rambut.

Penyebab terjadinya botak yang paling umum adalah diabetes. Jika kondisi diabetes tidak segera ditangani dengan baik, maka kebotakan juga bisa menyerang alis dan bulu mata. Selain karena diabetes, orang yang mengalami kerontokan rambut parah seperti ini, bisa jadi menderita penyakit autoimmune seperti radang sendi (arthritis), dan sakit kelenjar thyroid.

Jika kebotakan sudah cukup parah, lebih baik segera konsultasi dengan dokter ahli untuk mengetahui jenis penyakit. Setelah itu, baru lakukan langkah-langkah pengobatan untuk mencegah kebotakan semakin luas.

5. Ubanan

Orangtua seringkali memilih untuk membiarkan rambutnya yang sudah berwarna putih keperakan. Mereka bilang, itu adalah tanda bahwa usianya sudah memasuki masa perak. Wajar untuk mereka yang sudah berusia lanjut. Tetapi, tentu berbeda dan bisa jadi aneh dengan pandangan orang yang masih muda tetapi sudah ubanan.

Beberapa ahli menyatakan bahwa ubanan pada usia muda disebabkan oleh stres, trauma, hingga rasa takut. Ketiga hal tersebut menjadi penyebab munculnya uban di usia muda, karena shock sehingga membuat rambut memasuki “resting phase” dan ketika ia “bangun”, maka rambut yang tumbuh berwarna putih. Bukan hanya stres dan trauma, penyebab rambut beruban juga bisa karena alasan genetik.

Jadi, jika penyebab utamanya adalah stress, lebih baik luangkan waktu untuk menenangkan pikiran, rileks, dan santai. Kamu bisa melakukan kegiatan seperti rekreasi, meditasi, atau yoga.

Selain dari beberapa hal diatas, maka beberapa tips untuk menilai kesehatan tubuh dari kondisi rambut adalah:

  • Jika kamu merasa terjadi gejala yang tidak normal seperti demam, tubuh lemah, letih dan lesu, nafsu makan menurun maka terjadinya perubahan pada rambut bisa mengindikasikan kesehatan tubuh yang tidak baik.
  • Jika perubahan yang terjadi pada rambut terjadi drastis dan tiba-tiba, maka perlu segera memeriksakan diri secara medis
  • Coba lihat kembali apakah kerusakan pada rambut karena menggunakan produk perawatan rambut, atau mengalami pola makan seperti sedang menjalani suatu diet, sehingga kondisi perubahan pada rambut dapat dilihat

Jangan panik, jika terjadi beberapa perubahan pada rambutmu, karena bisa jadi memang kamu kurang istirahat, atau terjadi perubahan hormone dalam tubuh. Rawatlah rambut dengan baik, dan begitu juga dengan kesehatan tubuh. Segera hubungi ahli medis, supaya kamu tidak panik. Jika kamu bingung untuk membuat aneka gaya tatanan rambut karena takut merusak rambutmu, maka ada baiknya kamu berkonsultasi juga dengan ahli tata rias rambut di halojasa.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top