Perawatan Kulit

Fakta Penting Tentang Tanning Kulit

fakta-penting-tentang-tanning-kulit

Dunia kecantikan semakin hari memiliki perkembangan yang semakin beragam. Trend dari dunia kecantikan terkadang juga cukup mengherankan. Sepertu trend tanning atau menggelapkan kulit. Dulu wanita berlomba-lomba untuk memiliki kulit yang putih dan bersih, namun tiba-tiba trend tunning ini muncul dan membuat banyak wanita ikut-ikutan dengan trend menggelaplan kulit ini. Tunning menjadi trend sejak banyaknya selebritis wanita dari barat yang melakukan treatment ini untuk mendapatkan kulit yang terkesan lebih eksotis.

Sponsor : cream pemutih wajah

Tanning atau menggelapkan kulit bisa dilakukan dengan dua cara. Cara yang paling sederhana adalah dengan berjemur dipantai memanfaatkan sinar matahari untuk menggelapkan kulit. Untuk tanning yang dilakukan dengan bantuan sinar matahari wanita biasanya menggunakan suatu lotion khusus supaya penggelapan kulit bisa lebih merata. Selain tanning di bawah sinar matahari, saat ini sudah ada suatu alat khusus untuk menggelapkan kulit. Alat untuk tanning ini biasa disebut tanning bed. Jadi bentuknya seperti capsul. Wanita tidur di dalam capsul tersebut dan kulit mereka akan digelapkan dengan tanning bed ini. Akan ada paparan sinar UV ke badan seseorang yang masuk di tunning bed. Dengan tunning bed, kulit dijanjikan akan gelap secara lebih merata dan kesan eksotis yang kental.

Tanning ini memanfaatkan sinar UV yaitu UV A dan UV B. Secara spesifik, sinar UV A ini akan menstimulasi sel pigmen pada kulit seseorang. Sinar UV A inilah yang akan membuat kulit menjadi gelap. Untuk sinar UV B bisa menebalkan jaringan epidermis dari kulit seseorang yang membuat kulit agak terbakar. Namun di balik trend tanning ini, ternyata ada suatu fakta yang cukup berbahaya. Trend kecantikan menggelapkan kulit ini ternyata memiliki berbagai efek samping yang cukup berbahaya bagi kulit wanita. Untuk Anda yang sedang berencana untuk tanning setelah mengetahui fakta-fakta ini mungkin bisa berfikir lebih jauh lagi.

Berikut fakta tentang tanning yang membahayakan kulit.

  1. Tanning membuat penuaan dini pada kulit

Tanning ternyata dapat membuat kulit Anda mengalami penuaan dini. Hal ini disebabkan karena sinar UV yang digunakan untuk tanning atau menggelapkan kulit ini bisa membuat photo aging, keriput di kulit dan membuat kulit menjadi kasar. Paparan sinar UV baik dari matahari langsung maupun dari tanning bed ternyata bisa menyebabkan masalah yang sama. Peneliti di Jerman bahkan menyampaikan bahwa seorang sukarelawan yang menggunakan tanning beds selama lebih dari 3 bulan mengalami induksi mutasi DNA. Hal terjadi berkaitkan dengan photo aging pada kulit. Statement ini diperkuat lagi dengan penelitian lain yang menyatakan bahwa paparan sinar UV matahari yang dapat mempercepat akumulasi mutasi DNA di kulit manusia. Mutasi DNA pada kulit inilah yang akan membuat kulit seseorang mengalami penuaan dini. Kulit eksotis yang dijanjikan oleh tanning ini rasanya tidak sebanding dengan masalah penuaan dini yang akan dilamai oleh wanita ini.

  1. Tanning menyebabkan kanker kulit

Beberapa penelitian yang telah dipublikasikan oleh Journal of the American Academy of Dermatology pada tahun 2008 menunjukkan bahwa ada hubungan antara paparan Sinar UV yang langsung mengenai kulit, dengan peningkatan resiko kanker kulit pada seseorang. Melihat hal ini, para ahli kecantikan menyarankan para wanita yang ingin melakukan tanning untuk mencegah terjadinya kanker kulit dan penuaan dini dengan cara menggunakan tabir surya minimal SPF 15. Tabir surya dengan SPF 15 ini dipercaya akan melindungi kulir paparan sinar UV A dan UV B secara langsung. Tabir surya ini direkomendasikan untuk digunakan pada saat 30 menit sebelum tunning dan juga setiap 2 jam setelah terpapar sinar matahari. Wanita yang ingin tanning out door disarankan menghindari peak hour yaitu pada jam 10.00 hingga 15.00.

  1. Penggunaan tanning bed lebih berbahaya daripada berjemur

Tanning dengan menggunakan tanning bed ternyata lebih berbahaya dibandingkan dengan tanning dengan berjemur di bawah sinar matahari. Hal ini dikarenakan paparan sinar UV dari tanning bed bisa jadi 5 kali lebih kuat daripada sinar matahari pada waktu tengah hari. Selain itu tunning bed juga meningkatkan kemungkinan kanker kulit hingga 75 persen jika digunakan oleh wanita berusia di bawah 35 tahun. Namun meskipun bahaya tanning kulit sudah dikampanyekan pada anak-anak muda, nyatanya masih banyak anak-anak muda berusia dibawah 35 tahun yang nekat melakukan tanning dengan tanning bed.

  1. Meski warna cokelat sudah memudar, kerusakan kulit tetap ada

Warna eksotis tidak akan serta merta didapatkan dengan tanning. Kulit eksotis alami akan menunjukkan kulit yang mulus berwarna cokelat. Namun dengan tanning, kulit memang akan berwarna gelap, namun kulit akan mengalami kerusakan. Kulit akan muncul bintik-bintik cokelat dan kerutan halus tanda penuaan dini. Jaringan kulit juga akan rusak karena sinar UV A. Ada kemungkinan muncul ruam-ruam merah kasar hingga bisul. Bahkan meskipun warna kulit tidak lagi cokelat kerusakan pada kulit akan tetap ada.

  1. Tidak ada cara aman untuk mencokelatkan kulit

Meski beberapa ahli sudah menunjukkan berbagai saran untuk mengurangi efek dari tanning, nyatanya memang tidak ada cara aman untuk mencokelatkan kulit. Baik tanning dengan berjemur di bawah sinar matahari maupun tanning dengan alat khusus memiliki bahaya yang sama-sama mengerikan. Jika Anda ingin melakukan tanning lebih baik Anda untuk mempertimbangkan lagi. Kulit eksotis memang terlihat menarik bagi beberapa orang. Namun percayalah, jika Anda akan tetap terlihat cantik dengan warna kulit alami. Tetaplah percaya diri dengan apa yang dimiliki.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top