Cara Mengatasi Preeklampsia

Gejala Dan Cara Mengatasi Preeklampsia Pada Ibu Hamil

Preeklampsia adalah penyakit yang biasanya muncul pada ibu hamil. Penyakit ini muncul di masa usia 6 bulan usia kehamilan. kehamilan yang normal menjadi bermasalah di usia kehamilan yang menginjak 6 bulan yang ditandai seperti pada meningkatnya tekanan darah serta kandungan protein dalam urin yang tinggi. Padahal hal tersebut mampu menjadi penyebab terganggunya proses kehamilan.

Berikut ini adalah pengenalan beberapa gejala dan cara mengatasi preeklampsia pada ibu hamil yang wajib anda ketahui. Anda juga dapat membaca artikel sebelumnya di faktor munculnya preeklampsia dalam kehamilan agar memahami preeklampsia lebih lanjut.

Preeklampsia ini pada umumnya jarang disertai dengan gejala tertentu, maka wanita hamil perlu berjaga jaga untuk selalu rutin memeriksakan kehamilan secara teratur dan melakukan cek darah.

 

Gejala Preeklampsia

  1. Tekanan darah tinggi yang dialami dapat menjadi indikator munculnya preeklampsia. Waspadai jika anda mengalami tekanan darah tinggi di masa kehamilan atau jika tekanan darah mencapai hingga 140/90 mm/Hg maupu diatasnya.
  2. Kadar protein yang terdapat di dalam urine lebih dari +2
  3. Terkadang disertai oleh bengkak di kaki, muka, tangan dan seluruh bagian tubuh
  4. Gejala yang lebih berat mungkin muncul juga seperti keluhan sakit kepala hebat, sensitif pada cahaya, mual, gangguan pengelihatan, sesak nafas, hingga muntah. Selain itu juga nyeri dapat muncul di bagian perut atas, tepatnya di bagian bawah rusuk sebelah kanan.

Cara Mengatasi Preeklampsia

Jika wanita hamil telah terdeteksi mengalami preeklampsia, maka dokter akan melakukan pemeriksaan lebih sering dibandingkan pemeriksaan yang biasa dilakukan. Dokter pun akan melakukan beberapa tes guna mengetahui keadaan dan kondisi bayi di dalam kandungan.

Disamping itu anda dapat melakukan cara-cara berikut ini;

  1. Penurunan tekanan dalam darah. Di saat kondisi preeklampsia tekanan darah yang di miliki ibu hamil akan tinggi, sehingga dibutuhkan perawatan yang mampu untuk menurunkan tekanan dalam darah atau yang dapat disebut dengan antihipertensi. Tak semua obat antihipertensi ini aman untuk ibu hamil. Jadi sebelum mengkonsumsi obat ini, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter.
  2. Obat antikejang. Magnesium sulfat telah sering digunkan dalam dalam mengatasi kejang yang terjadi. Dokter akan menyarankan obat ini jika preeklampsia yang dialami tergolong berat.
  3. Kortikosteroid ini biasanya diberikan jika ibu yang sedang hamil mengalami kondisi preeklampsia atau juga sindrom HELLP (hemolisis, peningkatan pada enzim hati, dan juga kadar paltelet rendah). Kortikosteroid mampu meningkatkan fungsi pada trombosit dan juga hati untuk mencegah dari persalinan teralalu awal. Selain kortikosteroid itu pula juga dapat membantu untuk mematangkan paru paru bayi agar bayi yang harus lahir prematur mampu bernafas dengan baik.
  4. Atur pola makan. Konsumsilah makanan yang memiliki protein tinggi hingga dapat mengganti kehilangan protein yang keluar dalam urine, hindari untuk mengkonsumsi makanan yang dibakar dan juga makanan yang mentah tak diolah, karena hal tersebut memicu tekanan darah semakin naik, serta kurangilah makanan yang asin.
  5. Asupan nutrisi yang baik dengan jumlah kadar antioksidan, vitami (khususnya vitamin D), magnesium, dan juga air mineral yang cukup, serta perawatan pada kesehatan gigi dan gusi, agar dapat memperkecil resiko terkenanya preeklampsia.

Sebesar 97% ibu hamil yang pernah mengalaminya dapat sembuh total dan tekanan yang kembali normal setelah persalinan. Yang terpenting adalah melakukan pemeriksaan rutin. Tujuannya untuk memonitor kondisi kesehatan pada bayi sehingga kehamilan preeklampsia mampu diatasi sejak dini.

Gejala Dan Cara Mengatasi Preeklampsia Pada Ibu Hamil

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

Gejala Dan Cara Mengatasi Preeklampsia Pada Ibu Hamil
To Top