Diet

Apakah Diet Bisa Meningkatkan Resiko Kanker Payudara?

Apakah Diet Bisa Meningkatkan Resiko Kanker Payudara?

Kanker payudara menjadi jenis kanker yang paling ditakuti oleh wanita. Menurut data yang telah disebutkan pemerintah, ternyata angka penderita kanker payudara di Indonesia telah meningkat drastis. Hal ini juga terdeteksi setelah adanya layanan pembiayaan kesehatan seperti BPJS yang mendorong masyarakat untuk mendapatkan fasilitas kesehatan di rumah sakit. Dan ternyata penderita kanker payudara telah menyebar mulai dari perkotaan hingga daerah terpencil. Pemerintah telah menyarankan untuk menjalani gaya hidup sehat yang bisa mengurangi resiko kanker payudara. Salah satunya adalah kebiasaan diet dengan makanan sehat. Ini tidak hanya untuk menurunkan berat badan tapi juga mencegah kanker.

Sponsor: perawatan wajah terbaik

Tapi apakah apakah memang benar bahwa diet dengan makanan sehat bisa menurunkan resiko kanker payudara? Simak ulasan dibawah ini.

1. Lemak dan kanker payudara

Apakah konsumsi lemak bisa meningkatkan resiko kanker payudara? Hal ini telah dibuktikan oleh sebuah studi yang mempelajari peningkatan jumlah penderita kanker payudara di Amerika Serikat. Wanita di Amerika Serikat cenderung banyak mengkonsumsi lemak baik dari makanan cepat saji ataupun makan yang dimasak sendiri. Konsumsi lemak dari jenis produk hewani seperti daging merah memang sangat tinggi di negara ini. Lemak jenuh yang ada pada produk hewani bisa meningkatkan resiko kanker karena ini akan meningkatkan resiko obesitas. Akibatnya ada pengaruh hormon dan standar kesehatan lain. Dan resiko menjadi lebih tinggi setelah dipengaruhi oleh aktifitas yang rendah dan faktor genetik dari keluarga.

2. Kedelai dan kanker payudara

Beberapa tahun yang lalu ilmuwan mulai membuktikan bahwa konsumsi kedelai berlebihan bisa menyebabkan resiko kanker payudara yang tinggi. Kandungan isoflavon dalam kedelai yang tinggi bisa dianggap sebagai bahan yang berfungsi seperti hormon estrogen dalam tubuh. Kemudian kenaikan hormon estrogen ini yang menyebabkan tumbuhnya sel kanker payudara. Uji isoflavon kedelai ini telah dilakukan dengan subjek tikus dan menunjukkan bahwa tikus juga terkena kanker payudara. Namun sebenarnya hal ini tidak terjadi secara langsung. Ketika banyak isoflavon masuk ke tubuh maka secara alami bahan ini yang akan memblokir estogen alami dalam darah digantikan dengan isoflavon yang menjadi estrogen.

3. Vitamin dan kanker payudara

Kebiasaan mengkonsumsi suplemen vitamin yang dilakukan untuk orang dengan defisiensi vitamin tertentu ternyata telah meningkatkan resiko kanker payudara dan juga kanker perut. Namun para ilmuwan mengatakan jika sebenarnya ini bukan pengaruh langsung dari vitamin tertentu yang masuk ke tubuh. Hal ini lebih dipengaruhi karena efek vitamin yang bisa menghambat penyerapan nutrisi tertentu untuk tubuh. Jadi sangat sulit untuk mendapatkan bukti bahwa vitamin memang meningkatkan resiko kanker payudara.

4. Susu dan kanker payudara

Awalnya banyak ahli yang mengatakan jika susu berlebihan bisa menyebabkan kanker payudara. Apakah ini memang terbukti? Ternyata tidak ada kaitan yang jelas antara susu dan kanker payudara. Namun pengaruh susu ini bisa terjadi akibat hormon buatan yang digunakan oleh sapi untuk menghasilkan susu. Kemudian resiko bisa meningkat mulai dari kanker perut dan kanker rahim. Namun Anda masih bisa mencegahnya dengan memilih susu organik yang dihasilkan dari sapi organik atau menggunakan susu nabati dari almond atau kedelai.

Kemudian ilmuwan juga menemukan bahwa konsumsi gula berlebihan juga bisa menyebabkan kanker payudara. Sebenarnya hubungan antara sel kanker dan kadar gula dalam darah memang tidak ada. Namun efek dari gula yang meningkatkan berat badan atau obesitas memang bisa menyebabkan kanker. Jadi intinya tidak ada makanan khusus yang bisa menyebabkan kanker payudara, namun konsumsi berlebihan dengan cara pengolahan yang tidak benar akan menyebabkan kanker payudara.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top