Info Dokter

Mengenal Gejala Gangguan Tulang Belakang Sejak Dini

gejala gangguan tulang belakang

Tulang merupakan elemen terpenting dalam tubuh. Sebagai penonggak agar tubuh mudah bergerak. Apabila terdapat masalah pada tulang, gerak tubuh pun akan terasa sulit. Seperti wanita yang dijuluki wanita kayu di Jawa Tengah. Ia mengalami gangguan pada tulang di mana tulangnya menjadi kaku. Alhasil ia hanya bisa baring di tempat tidur. Dari kejadian yang di alami manusia kayu tersebut adalah pentingnya menjaga kesehatan tulang. Sering kali kita menganggap remeh gejala-gejala penyakit pada tulang. Sebab jika dibiarkan dan terjadi terus menerus dapat memungkinkan menyebabkan penyakit yang lebih serius. Salah satu alasan membiarkan gejala awal yakni tidak peka terhadap perubahan kesehatan yang dialami. Tidak tahu gejala-gejala dari tiap kemungkinan penyakit tulang. Maka dari itu pada artikel kali ini akan diulas berbagai jenis dan apa saja gejala gangguan tulang belakang.

gejala gangguan tulang belakang

Sponsor: perawatan wajah

Mengenal Jenis dan Gangguan pada Tulang Belakang

Tulang belakang sebagai salah satu organ penting di tubuh manusia. Tulang belakang terdapat banyak fungsi untuk menunjang aktivitas kita sehari-hari. Dengan adanya tulang belakang ini, pada bagian atas tubuh, seperti dada dan kepala mampu bekerja secara optimal. Selain itu, tulang belakang erfungsi sebagai penyeimbang titik tumpu berat badan bagian atas. Ada 3 jenis gangguan tulang belakang, yaitu skoliosis, kifosis, serta lordosis.

  1. Gangguan Skoliosis

Skoliosis adalah kondisi di mana kelengkungan tulang belakang manusia bersifat abnormal ke arah samping pada tulang belakang. Pada umumnya kelengkungan terjadi terjadi pada sekitar bagian leher (servikal), dada (torakal), dan pinggang (lumbal). Gangguan ini termasuk penyakit yang langka. Dari seluruh dunia, anak-anak usia 10-14 tahun, hanya berkisar 4% di antaranya yang mengalami masalah kelainan tulang belakang ini. Perempuan mempiliki peluang resiko terkena gangguan scoliosis lebih besar.

Ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab skloliosis. Antara lain karena bawaan (kongenital) dari genetika atau sebab masalah neuromuskuler (kelumpuhan otot) yang ditimbulkan akibat dari inveksi penyakit polio, cerebral palsy, osteoporosis juvenil, dan distrofi otot. Skoliosis termasuk kelainan tulang belakang yang sangat mudah diidentifikasi oleh kita. Penderita akan memiliki gejala-gejala yang tampak sebagai berikut:

  • Melengkungnya tulang belakang ke arah samping secara abnormal
  • Bahu dan pinggul memiliki tinggi yang tidak sama antara sebelah kiri dan kanan
  • Sering mengalami nyeri pada punggung terlebih sesudah berdiri atau duduk amat lama
  • Adanya gangguan pernafasan (pada kondisi skoliosis parah dengan derajat kelengkungan >60 derajat)

Namun tidak perlu khawatir sebab skioliosis masih dapat disembuhkan. Pengobatan biasanya akan tergantung dari penyebab, lokasi kelainan, dan besar derajat kelengkungan tulang belakang yang diderita.  Pengobatan skioliosis yang paling sering dilakukan yakni dengan melakukan terapi. Menggunakan bantuan alat penyangga (brace) guna menurukan progresivitas kelengkungan, terapi elektrospinal, serta melalui pembedahan dan pemasangan logam pembantu.

  1. Gangguan Kifosis

Kifosis yaitu masalah kelainan tulang belakang yang timbul sebab terjadinya gangguan perkembangan akibat trauma, dan penyakit degeneratif.  Kifosis kadang disebut juga sebagai penyakit Scheuermann. Beberapa gejala yang ditunjukan dari penyakit Kifosis adalah:

  • nyeri punggung yang sering (menetap),
  • sering merasa kelelahan,
  • kerap merasakan kekakuan pada tulang belakang sehingga akan terasa sakit bila ditekan,
  • serta tulang punggung terlihat melengkung pada bagian atasnya.

Untuk diagnosa lengkapnya, lebih baik jika anda berkonsultasi langsung ke dokter spesialis tulang. Sebab akan menyarankan penderita untuk melakukan rontgen.

Pada kondisi gejala kifofis yang masih ringan, metode pengobatan yang dilakukan ialah dengan menurunkan ketegangan punggung melalui diet disertai dengan menghindari aktivitas-aktivitas berat. Apabila penderita mengalami kondisi yang lebih buruk, penderita kifosis biasanya akan disarankan menggunakan alat penyangga tulang belakang serta tidur pada alas yang keras.

  1. Gangguan Lordosis

Gangguan Lorodesis merupakan gangguan atau jenis kelainan tulang belakang yang mempunyai salah satu gejala adanya bengkokan pada tulang punggung bagian bawah bila ditinjau dari belakang. Rata-rata gejala atas kelainan tulang belakang ini tidak menunjukan hal yang sama pada setiap penderitanya. Bisa saja erbeda tiap penderitanya seperti, penonjolan pada bokong, gangguan perkembangan paha, distrofi muskuler, dan gangguan neuromuskuler.  Gejala tersebut menjadi tanda yang paling mudah diketahui.

Beberapa orang yang menderita gangguan lordosis umumnya juga menunjukan gejala yang hampir mirip dengan gejala deformitas tulang belakang lainnya. Oleh sebab itu, untuk membedakan apakah suatu gejala yang muncul benar-benar merupakan gejala lordosis atau bukan, harus melakukan beberapa pemeriksaan seperti Magnetic Resonance Imaging, pemeriksaan sinar X, ataupun pemeriksaan Computed Tomography Scan.

Kalau gangguan lordosis disebabkan oleh kelainan sikap tubuh, maka metode pengobatannya dengan menggunakan teknik terapi sikap duduk, tidur, dan sikap aktivitas lainnya. Akan tetapi bila kelainan lordosis disebabkan karena adanya gangguan paha, jalan satu-satunya yang harus ditempuh adalah dengan pengobatan neurotherapy.

Demikianlah gejala-gejala dari beberapa gejala kelainan tulang belakang.  Mungkin selama ini kita tidak sadar bahwa pernah atau barangkali sedang mengalaminya. Maka sebab itu sebaiknya kita peka terhadap perubahan kesehatan tulang yang terjadi. Meskipun ringan, tetapi sering, lebih baik konsultasikan ke dokter spesialis tulang. Sebelum gejala terjadi kian parah.

0
0%
like
2
100%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top