Life Style

Menepis Galau Dikala Usia Makin Bertambah

Menepis Galau Dikala Usia Makin Bertambah

Apakah kamu pernah galau? Lalu, apa yang membuatmu galau? Apakah karena belum ada pekerjaan meskipun usia sudah cukup matang? Atau belum ada jodoh, padahal orangtua sudah setiap saat bertanya kapan punya calon mantu? Atau kamu galau karena umur segini, tapi tak kunjung mapan, bahkan tabungan pun tidak punya? Aduh.., sepertinya kamu harus tahu cara mengatasi galau karena usia makin bertambah.

Kadangkala, ketika kita sedang berada di lingkungan masyarakat saat ini, maka banyak sekali dipenuhi oleh generasi millennial, yaitu generasi yang lahirnya di tahun 2000-an. Gaya hidup, cara bicara pun sangat berbeda dengan generasi 90-an, apalagi 80-an. Jadi, sering kali perbedaan usia yang cukup jauh, maka seringkali menimbulkan rasa minder dan galau. Bahkan tak jarang ada kaum millennial yang membuat olok-olok.

Ada sebuah kalimat yang mengatakan bahwa menua itu pasti, tetapi dewasa adalah pilihan. Jadi, yang namanya usia tentu akan bertambah tua, dan itu sesuatu hal yang tak bisa dan tak mungkin dihindari oleh siapapun juga. Siapa yang bisa menahan lajunya umur? Tidak ada, itu semua adalah rahasia Tuhan. Jadi, yang bisa dilakukan oleh manusia adalah tetap bahagia menikmati hidup, dan menjalani hidup dengan rasa syukur. Berpikirlah positif bahwa menjadi tua bukan berarti kualitas hidup menurun.

Kebanyakan orang tidak akan suka jika dikatakan sudah tua, ketika usianya menginjak angka 38. Padahal sesungguhnya, ketika orang melewati median usia 37 tahun, secara statistik sudah termasuk “tua”.

Penelitian menunjukkan, bahwa rata-rata orang mulai merasa tua di usia pertengahan 60 tahun. Hasil survei dari lembaga Pew Research Center menyebutkan bahwa usia 68 tahun adalah periode ketika usia senja dimulai.

Profesor ilmu sosial di Aldelphi University, Daniel B.Kaplan, mengatakan bahwa  orang yang hidup sampai usia tua bisa dianggap sebuah prestasi. “Usia harapan hidup masyarakat terus bertambah sejak abad 20,” katanya.

Menurut ahli neurologi Dr.Gayatri Devi, penampilan adalah salah satu hal yang bisa membuat perubahan, terutama agar kita menikmati proses penuaan.

Pertambahan usia merupakan hal yang wajar dalam kehidupan ini.  Namun tidak jarang orang merasa galau karena meskipun usia bertambah, tetapi tidak dibarengi dengan perubahan dalam hidupnya. Contohnya saja, usia sudah 35 tahun tetapi rumah belum punya, pasangan belum punya, bahkan gaji untuk hidup sehari-hari pun kadang pas-pasan. Nah.., keadaan seperti inilah yang seringkali membuat orang galau. Jika tidak disiasati dengan baik, maka seiring keasadaran bahwa usianya terus bertambah setiap hari, maka rasa galau itu semakin menjalari pikiran.

Menjadi tua renta dan tak berdaya mungkin saja menjadi salah satu hal yang mengerikan bagi sebagian anak-anak muda sekarang ini.  Khususnya para wanita, karena saat usia mereka sudah berada di atas 30an tahun, maka mereka akan merasa bahwa kecantikannya mulai pudar. Bahkan secara umum banyak yang menyebutkan usia 37 hingga 38 tahun merupakan titik usia yang disebut tua.

Menepis Galau Dikala Usia Makin Bertambah

sponsored: produk pemutih wajah

Banyak orang yang sulit menerima kenyataan ini namun mau tidak mau hal ini pasti terjadi pada setiap orang.  Walaupun  sejatinya mencapai usia senja dalam hitungan di atas 60 tahun, merupakan sebuah prestasi dalam bertahan hidup.

Tentu saja itu semua tidak lepas dari gaya hidup seseorang di waktu muda. Jika menerapkan pola hidup yang sehat, bukan sesuatu hal yang sulit bahwa meski usia bertambah tetapi tubuh tetap bugar dan bahkan mampu bertahan hidup hinggal puluhan dan ratusan tahun.

Satu hal yang seringkali membuat orang justru tidak bisa menikmati hidup adalah berfokus pada rasa galau dalam benaknya. Berikut ini adalah beberapa tips untuk menepis rasa galau ketika usia terus bertambah:

1. Gaya hidup sehat

Kualitas hidup kita di masa tua sebenarnya berada di bawah kendali kita sepenuhnya. Salah satunya adalah pilihan gaya hidup dan kebiasaan hidup contohnya dalam pemilihan konsumsi makanan dan minuman, akan berpengaruh pada status kesehatan. Jika tubuh sehat, maka akan lebih memiliki ketahanan tubuh yang baik pula.

2. Rutin berolahraga, tidur cukup, dan menjaga pola makan

Ketiga hal ini adalah cara yang bisa dilakukan oleh siapapun untuk menjaga kesehatan fisiknya tetap terjaga. Fisik yang sehat akan berdampak pada kesehatan mental dan pikiran. Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat pula.

3. Sayangi dirimu

Menyayangi diri sendiri adalah cara yang sangat penting untuk mengusir galau karena pertambahan usia. Menyayangi diri sendiri adalah cara yang jitu untuk mengusir galau dan stereotipe yang sudah kadung melekat di benak banyak orang yang semakin tua usianya.

Memang benar, seiring pertambahan usia maka ada banyak hal yang mengikuti di belakangnya. Seperti, badan pun akan lebih sulit untuk dikecilkan lagi, penglihatan mulai berkurang ketajamannya, badan sudah tidak se-enerjik pada usia sebelumnya, kemampuan berpikir menurun dan lain sebagainya.

Tetapi, jangan menyerah dan jangan berpikir bahwa kamu pun akan seperti yang orang kebanyakan ucapkan itu. Keep positif thinking. Karena, seringkali stereotipe itu justru membatasi hidupmu. Berpikirlah bahwa usia boleh semakin tua, tapi semangat, dan pola berpikirmu adalah selalu muda dan smart. Sayangilah dirimu, jadikanlah dia menjadi sebagaimana dia harus menjadi.

4. Bertemanlah dengan sebanyak mungkin orang

Cara lain untuk menikmati pertambahan usia adalah berteman dengan banyak orang dari berbagai macam rentang usia. Karena berteman dari berbagai generasi dapat membantu mengusir rasa kesepian, jika salah satu teman yang seusia pindah, meninggal, atau sakit yang akhirnya kamu pun tidak punya teman lagi.

Semakin banyak teman, maka akan semakin banyak yang bisa kamu lakukan bersama teman-temanmu. Misalnya saja kamu bisa ikut aktif dalam kegiatan sosial seperti mengajar anak-anak di rumah singgah, mengunjungi panti jompo atau melakukan bakti sosial ke pelosok daerah. Ini adalah cara yang sehat dan smart untuk menghalau galau karena kamu semakin bertambah umur. Seru kan?

5. Mensyukuri hidup

Solusi yang paling utama untuk mengatasi masalah penuaan adalah mensyukuri hidup.  Tak perlu merawa kecewa, sedih, atau galau dengan apa yang telah terjadi, karena itu sudah melekat pada diri manusia sebagai ciptaan Tuhan. Tetapi peristiwa ini digunakan sebagai pengalaman untuk menjadi yang lebih baik.

Tetaplah terus berkarya apapun yang masih bisa dilakukan, dan jangan pernah melihat bahwa usia makin tua, tetapi lihatlah bahwa meski usia tua tapi masih bisa menghasilkan karya. Apalagi jika karyamu bisa dibagikan kepada generasi muda, pasti akan lebih bermakna.

Dengan tetap semangat berkarya, itu berarti aktivitas tetap berjalan seperti biasa, dan dengan begitu kamu pun masih bisa mendapatkan kepuasan untuk mensyukuri hidup yang dikaruniakan Tuhan.

Itulah beberapa hal yang bisa kamu contek untuk mengobati kegalauan karena usiamu makin bertambah. Jangan pernah sedih, kecewa, marah apalagi sampai kamu tidak tahu bagaimana cara mensyukuri hidup ya? Ada banyak hal yang masih bisa kamu lakukan, meskipun usiamu sudah semakin tua. Daripada galau memikirkan masalah ‘tua’ lebih baik jalani hidup dan isi dengan hal-hal yang bermanfaat untuk sesama. Itu lebih keren!

Banyak pensiunan yang menjadi stres karena tidak memiliki aktivitas layaknya di usia produktif.  Sehingga solusi yang terbaik adalah tetap bekerja dan menikmati rutinitas sehari-hari sambil melihat perkembangan yang terjadi di lingkungan sekitar kita.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top