Perawatan Wajah

Jangan Berlebihan Pakai Face Toner, Ini 7 Efek Yang Mengancam Kesehatan Kulit Dan Wajah Anda

jangan-berlebihan-pakai-face-toner-ini-7-efek-yang-mengancam-kesehatan-kulit-dan-wajah-anda

Pembersih wajah, toner, dan pelembab, ketiganya adalah perawatan wajah yang dianggap penting di kalangan kaum wanita. Rata-rata para wanita selalu menggunakan ketiga produk perawatan wajah ini untuk membersihkan dan membuat kulit wajah semakin segar. Tetapi banyak yang belum mengetahui, manfaat dari toner sendiri dan efek samping pemakaiannya yang sering berlebihan. Sedangkan keuntungan memakai pembersih wajah dan pelembab tentu sudah sangat jelas. Bagaimana dengan toner dan manfaat serta efek sampingnya sendiri?

Sponsorperawatan wajah terbaik

Toner berfungsi untuk menghilangkan sisa kotoran dan debu pada wajah, termasuk kandungan minyak berlebih serta membuat kulit segar dan lembab karena berbahan dasar air. Toner dingin juga menutup pori-pori untuk mencegah kotoran kembali masuk. Kandungan toner yang aktif mampu menjadi anti oksidan dalam melindungi kulit wajah. Vitamin yang terdapat dalam toner seperti vitamin A, B, C, dan E dapat membantu mengurangi tanda-tanda penuaan pada kulit. Toner sangat baik untuk kulit apabila digunakan sesuai dengan dosis dan takarannya.

Dalam arti, pemakaian toner tidak perlu terlalu sering dan berlebihan. Karena tahukah Anda bahwa kandungan yang terdapat pada toner dapat menimbulkan permasalahan wajah tersendiri. Terutama bila toner digunakan secara berlebihan setiap harinya. Toner mengandung zat alkohol, Neutrogena, dan parabens yang mempengaruhi kulit wajah bila dipakai secara berlebihan. Tidak hanya itu, akibat keseringan pakai face toner juga menciptakan berbagai efek samping yang tidak baik. Berikut beberapa efek menggunakan face toner berlebihan yang harus Anda waspadai:

  1. Jerawat meradang

Seperti yang dijelaskan dalam penjelasan di atas sebelumnya. Toner akan menutup atau memperkecil pori-pori wajah setelah digunakan. Sehingga mencegah kotoran akan masuk kembali ke kulit. Tetapi manfaat ini bagaikan pisau bermata dua karena bagi kulit berjerawat akan memberikan efek peradangan. Kulit berjerawat dengan pori-pori tertutup akan sulit bernafas, dan akibatnya luka yang dihasilkan di dalam jerawat malah semakin parah. Karena itu bagi Anda dengan kulit berjerawat, disarankan agar jangan terlalu sering menggunakan toner.

  1. Alergi akibat kandungan tertentu

Toner memiliki kandungan alkohol dan paraben, selain itu terdapat juga zat Neutrogena yang berfungsi sebagai emollient atau melunakkan kulit. Kandungan Neutrogena ini akan menimbulkan efek samping bila dipakai secara berlebihan. Beberapa toner juga memiliki kandungan sulfate yang mengakibatkan kulit semakin kering secara berlebihan. Toner dengan zat alkohol seperti Isopropyl alcohol bila terus-terusan terkontaminasi pada wajah juga menimbulkan alergi. Karena itu ada beberapa kulit yang menjadi alergi atau iritasi terhadap toner.

  1. Pori-pori semakin mengecil

Toner memiliki bahan aktif untuk mengecilkan pori-pori. Sebelumnya telah dijelaskan bahwa pori-pori yang tertutup dan mengecil karena toner ini mencegah kotoran datang kembali. Bagi wanita dengan kulit berpori-pori besar akan cukup terbantu dengan memakai toner. Tetapi untuk kulit berpori kecil hanya akan membuat kulit semakin kering. Pori-pori yang semakin mengecil tidak mampu memproduksi minyak yang cukup sebagai pelembab alami kulit. Maka dari itu, pemakaian face toner yang terlalu sering perlu dihindari.

  1. Iritasi alkohol

Beberapa dari produk toner mengandung zat alkohol untuk kulit cenderung memproduksi banyak minyak. Seperti Isopropyl alcohol, Neutrogena, parabens, dan masih banyak jenisnya yang lain. Kulit yang sering terkena toner akan mengalami iritasi akibat zat alkohol yang berlebihan. Bahkan bagi kulit yang sangat berminyak juga akan memberikan efek samping kering, termasuk iritasi. Kurangi pemakaian toner yang mengandung zat alkohol seperti ini. Segera ganti toner Anda dengan kandungan Astringents yang bahannya lebih natural dan alami.

  1. Kulit menjadi semakin kering

Ini adalah salah satu efek samping yang diakibatkan oleh keseringan memakai toner. Alkohol yang terkena kulit secara berlebihan akan membuat kulit semakin kering dan kasar. Penyebabnya adalah pori-pori kulit yang semakin mengecil dan bahkan tertutup. Sehingga kelenjar minyak yang ada dalam lapisan kulit tak mampu memproduksi minyak alami sebagai pelembab untuk kulit. Bahkan untuk kulit cenderung berminyak bisa mengubah kulitnya menjadi kering akibat pemakaian berlebih. Maka dari itu jangan terlalu sering memakai toner.

  1. Kulit wajah kesulitan bernafas

Kulit yang sudah tertutup dan memiliki pori-pori kecil akan sulit bernafas. Walaupun ini bagus untuk mencegah kotoran dan debu datang kembali, tetapi kedepannya akan menimbulkan masalah baru. Bagi pemilik kulit berjerawat, pori-pori yang sulit bernafas akan menimbulkan peradangan berlebih. Sehingga kebanyakan jerawat akan lebih awet di dalam lapisan kulit. Inilah yang nantinya akan menjadi calon dari jerawat batu. Beberapa dokter kulit juga menyebutkan pemakaian toner secara rutin dapat menimbulkan sejenis alergi hingga rosacea.

  1. Kulit wajah gatal

Kulit yang gatal setelah pemakaian toner dalam jangka waktu lama dan berlebihan adalah salah satu efek alergi. Bisa jadi gatal yang dihasilkan oleh toner adalah akibat dari kandungan alkohol di dalamnya. Karena itu beberapa wanita tidak cocok menggunakan toner. Gatal juga merupakan efek samping dari iritasi alkohol yang ditimbulkan oleh toner. Jika sudah sampai pada tahap ini maka penggunaan toner ini sendiri perlu dikurangi. Minimal dihentikan beberapa saat sebelum menggunakannya kembali. Selalu perhatikan kandungan yang terdapat pada toner juga sebelum memutuskan untuk membeli dan menggunakannya.

150
20%
like
368
50%
love
67
9%
haha
28
3%
wow
75
10%
sad
41
5%
angry

Comments

comments

To Top