Info Dokter

Gigitan nyamuk yang terasa gatal ternyata disebabkan oleh hal ini!

Gigitan nyamuk yang terasa gatal

Gigitan nyamuk yang terasa gatalkulit antara orang yang satu dengan orang yang lainnya akan mengalami reaksi yang berbeda saat digigit oleh nyamuk. Efek yang timbul bisa berupa benjolan besar di permukaan kulit, ada hanya terasa gatal saja,  dan ada yang kulitnya menjadi merah bahkan lebam. Saat digigit nyamuk kita masih bisa tahan dengan rasa sakit karena gigitan itu, benjolan yang kemudian timbul juga bukan lah suatu masalah yang besar bagi kita. Apalagi darah yang hilang hanya setets saja.

Gigitan nyamuk yang terasa gatal

Sponsor – cream pemutih wajah

Tapi yang jadi menyebalkan adalah soal bagaimana rasa gatal yang tertinggal dan juga bagaimana suara mendengung nyamuk yang berputar putar terus di sekitar telinga. Dan efek dari gigitan nyamuk berpa gatal inilah yang sangat merepotkan dan seringkali membuat kita menjadi kesal. Meskipun terkesan seperti usil, tapi para nyamuk ini tidak sedang menjahili kita. Nyamuk hanya harus dan terpaksa untuk melakukan semua itu untuk bisa bertahan hidup. Karena itulah cara yang bisa mereka lakukan atau lebih tepatnya yang dilakukan oelh nyamuk betina, karena hanya nyamuk betina yang menghisap darah dan dia melakukan itu saat akan bertelur.

Dan untuk makan sebenarnya nyamuk bukan makan darah melainkan menghisap nektar. Nyamuk sendiri sebenarnya juga akan merasa takut jika harus menggigit manusia yang jauh lebih besar. Karena sudah pasti mereka akan menangung resiko terbunuh karena pukulan tangan, atau raket nyamuk yang teraliri listrik. Nyamuk betina menggiti manusia saat akan bertelur karena mereka membutuhkan protein agar telut mereka jadi sehat. Karena itulah mereka kemudian menggigiti manusia.

Memang perjuangan nyamuk untuk bisa bertelur dan menghasilkan nyamuk baru dan muda, memang sulit. Hal ini menuntut nyamuk untuk bisa terbang dengan cepat agar bisa menggit manusia tanpa terbunuh. Nyamuk memiliki kemampuan untuk menemukan pembuluh darah  dan kemudian menghisap darah manusia dengan cepat. Dan dari bekas suntikan nyamuk inilah yang kemudian menghasilkan rasa gatal. Memang sebenarnya nyamuk itu tidak menggigit, melainkan menusukkan belalainya ke dalam kulit untuk bisa menghisap darah.

Dan kemudian belalainya ini akan memompa darah di lapisan dermal. Dan saat proses menghisap inilah nyamuk juga melepaskan sedikit air liurnya, air liur ini memiliki kandungan anti koagulan sehingga darah akan bisa tetap mengalir dan tidak membeku. Dan saat itu sistem kekebalan tubuh menyadari hal itu dan memberikan respon denga melepaskan sel plasma yang mengeluarkan immunoglobulin atau antibodi dan dilepaskan di area gigitan. Dan zat antibodi inilah yang kemudian melepaskan histamin untuk melawan zat asing yang masuk ke dalam tubuh.

Saat histamin ini sampai di daerah yang terkena zat asing tadi maka akan membuat pembuluh darah membengkak, dan ini biasanya yang membuat kulit jadi ada benjolan merah dan terasa gatal. Rasa gatal ini karena pembengkakan yang mengiritasi saraf dan iritasi inilah yang kemudian kita rasakan jadi gatal. Dan untuk menghentikan rasa gatal karena gigitan nyamuk ini, anda bisa dengan mencegah agar anda tidak digigit nyamuk, caranya dengan tidak berada di daerah yang ada banyak nyamuknya, gunakan pakaian yang tertutup agar tidak ada celah bagi nyamu untuk menggigit. Dan untuk mengatasi rasa gatal,  yang bisa anda lakukan adalah minum anti histamin untuk meredakan rasa gatal.

Bicara soal nyamuk, biasanya juga akan ada pertanyaan apakah nyamuk bisa menularkan HIV. Sampai saat ini belum ada hasil penelitian yang menyatakan bahwa nyamuk bisa menularkan HIV dari gigitannya. Untuk bisa hidup virus HIV membutuhkan sel T yang ada di dalam darah. Dan sel T ini ada di dalam sel darah putih. Saat nyamuk menghisap darah orang yang terkena HIV. Darah akan masuk ke dalam tubuh nyamuk, dan karena sel T ini tidak ada di dalam tubuh nyamuk seperti yang dimiliki manusia, maka akan membuat virus HIV akan mati. Dan bisa dikatakan kalau sistem pencernaan nyamuk ini membunuh virus HIV.

Penelitian di University of Princeton menemukan fakta bahwa HIV tidak bisa berkembag biak di dalam pencernaan nyamuk. Centers for Disease Control and Prevention melakukan penelitian di daerah yang banyak kasus AIDS dan memiliki populas yang banyak. Menemukan butki bahwa nyamuk tidak memiliki peran penularan HIV. Bahkan juga sampai dilakukan penelitian mengenai perilaku nyamuk dalam menggigit. Dan dari hal ini tidak ada bukti bahwa nyamuk tidak memiliki kemungkinan bisa menularkan virus HIV. Saat nyamuk menggigit atau menghisap darah seorang manusia, dia tidak akan langsung menggigit dan menghisap darah orang lainnya dalam waktu singkat.

Yang dilakukan nyamuk setelah menghisap darah manusia adalah mencari tempat untuk beristirahat untuk mencerna darah yang dihisap.. dan jika darah itu mengandung HIV, maka virus akan mati di dalam pencernaan nyamuk. Jadi dari penelitian yang dilakukan memang tidak ada bukti bahwa nyamuk bisa menularkan virus HIV dari satu orang ke orang lainnya. Sehingga anda tidak perlu lagi merasa takut.

 

2
28%
like
1
14%
love
0
0%
haha
3
42%
wow
1
14%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top