Parenting

Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Anak hiperaktivitas sering dikenal dengan Attention Deficit Disorder (ADD) dan sering dimaksud untuk anak usia muda tapi sangat aktif dalam melakukan suatu tindakan. Anak dengan aktivitas semacam ini sering melakukan hal negative seperti kurang konsentrasi, terlalu menuruti kata hati, hingga susah diatur. Tetapi berbeda dengan anak aktif, masalah hiperaktif pada saat bayi ditandai dengan gejala sering menangis, berteriak dan sulit tidur. Tanda lain anak hiperaktif yaitu tidak bisa diam, dan lebih agresif. Untuk menangani hal tersebut, orang tua harus tahu cara mengatasi anak hiperaktif dengan metode yang pastinya menyenangkan dan bermanfaat.

Sponsor: dr rochelle skin expert

Penyebab Anak Hiperaktif:

Walaupun hingga kini penyebab anak hiperaktif belum diketahui secara pasti, tetapi beberapa pemicu masalah ini bisa menjadi pendorong anak berubah jadi hiperaktif. Faktor yang mungkin paling berpengaruh yakni keturunan, diman hampir sebagian besar anak yang mengalami hiperaktif setidaknya memiliki  1 anggota keluarnya semasa kecil juga mengalami masalah hiperaktif yang sama. Sementara penyebab lain akibat gangguan kesehatan ibu seperti alergi, penyakit asma, eksim atau penyakit migraine semasa anak dalam kandungan. Selama masa kehamilan, ibu sering mengalami masalah alergi, stress, atau masalah komplikasi saat proses melahirkan.

Cara mengatasi anak hiperaktif:

Jika anak mengalamk masalah hiperaktif, maka terapi yang bisa dilakukan adalah dengan mengetahui terlebih dahulu penyebabnya. Perlaukan yang harus dilakukan yakni tegas dalam memperlakukan anak, tetapi bukan berarti bersikap kasar dan memberikan hukuman terus menerus. Pemberian hukuman justru akan memperparah kondisi anak. Anak-anak yang mengalami hiperaktif butuh batuan khusus dari orang terdekat seperti ayah dan ibu, saudara, guru, dokter, dan lingkungan dengan cara melakukan kombinasi suasana dan kegiatan yang cocok untuk mereka agar dapat menyalurkan tingkah laku. Anak dengan masalah hiperaktif juga memiliki tingkat kecerdasan yang diatas rata-rata, dinama hal tersebut tidak bisa dibaca dengan baik oleh kebanyakan orang tua. Peran penting orang tua yakni menyalurkan dan mengarahkan tingkah laku anak hiperaktif ke aktifitas yang lebih aktif yang positif seperti mengarakhan kepada kesukaan atau hobi mereka.

1. Terapkan kedisiplinan dan aturan yang jelas

Untuk membantu masalah anak hiperaktif yakni dengan mengatasinya hal yang dilakukan dengan cara yang tegas dan disiplin tetapi tidak dengan menghukum secara berlebihan saat anak melakukan kesalahan. Anda bisa meningkatkan kedisiplinan anak dengan memulai dari memberi suatu perjanjian kecil agar anak mengerti apa hal yang baik dan benar dilakukan. Pastikan tindakan Anda tidak menyinggung perasaan mereka, penting untuk menjaga komunikasi, ekstra bersabar, dan kasih sayang agar tingkah lakunya mereka tetap terkontrol dan terkendali. Orang tua juga jangan terlalu menerapkan gaya pengasuhan yang terlalu santai. Karena anak hiperaktif cenderung bermasalah dalam lingkungan dengan tingkat aturan tak jelas berikan perintah secara jelas agar akan tahu apa yang diharapkan.

2. Pemberian instruksi kecil yang menyenangkan

Penting bagi Anda memahani bila anak hiperaktif bukan anak nakal melainkan disebabkan akibat gangguan psikologis ADHD, dimana anak karena gangguan kimia otak yang berpengaruh pada kemampuan otak dalam menyampaikan informasi. Sementara itu, anak kondisi ADHD cukup sulit mengikuti atau mengingat daftar panjang instruksi. Oleh karena itu, Anda harus memberikan pemecahan tugas yang lebih kecil agar mereka lebih mudah paham pada apa yang Anda instruksikan. Minta anak mengulangi setiap instruksi yang diberikan bisa dengan menuliskan catatan agar membantu anak untuk mengikuti.

3. Hilangkan gangguan yang mengancam anak

Untuk mengatasi anak ADHD usahakan untuk menghilangkan atau menjauhkam mengganggu yang bisa memicu perhatian mereka. Ketika Anda sedang berkonsentrasi pada satu kegiatan seperti memasak atau membersihkan rumah maka anak hiperaktif bisa memoengaruhi konsentrasi Anda. Anda
bisa menjauhkan kursi anak dari dari jendela atau pintu yang memungkinkan anak tidak menggunakan media yang bisa menganggu konsentrasi Anda. Buatlah ruang kerja atau ruang keluarga yang nyaman agar nantinya bila anak melakukan aktifitas berlebihan, mereka tidak merasa bahwa Anda sedang menghukumnya. Anda bisa mengatakan sesuatu dengan lembut bahwa Anda sedang menyelesaikan pekerjaan.

4. Manfaatkan penguatan positif

Bagi anak hiperaktif, menyelesaikan tugas adalah perjuangan yang cukup besar sekaligus kesabaran ekstra bagi orang tua. Karenanya, sangat penting untuk anak bisa menyadari bahwa menyelesaikan tugas merupakan sesuatu yang bernilai. Untuk membantu masalah tersebut, Anda bisa memberikan beberapa pujian dan penghargaan ketika anak berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. Anda juga bisa memberikan kesempatan bagi mereka untuk memberikan penghargaanya sendiri, seperti memperbolehkannya membuat kue bersama, menanan bunga atau mengarahkan tugas yang baik. Berikanlah mereka sebuah hadiah sebagai penguatan positif karena mereka telah berhasil menyelesaikan tugas.

5. Buat daftar pekerjaan anak

Buatkanlah atau pilihkan daftar tanggung jawab atau pekerjaan anak bisa membantu meneka belajar kemandirian. Berikan anak referensi visual yang bisa digunakan saat anak lupa apa yang seharusnya
dilakukan. Buat daftar kegiatan baru setiap kali anak merasa bosan atau tidak yakin dengan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Dan jangan sampai Anda menghukum ketika anak gagal menyelesaikan daftar tugas. Berikan selalu penguatan positif dan penghargaan Anda pada tugas-tugas yang telah diselesaikan baik yang ia mulai dari atas terlebih dahulu atau mulai dari bagian sebaliknya.

6.  Jangan terburu dalam memeberikan obat

Dalam medis, untuk mengatasi anak hiperaktif biasanya sering menggunakan obat-obatan untuk membantu menyeimbakan kimia otak. Namun dalam kasus ini, pemberian kimia obat bisa saja menghasilkan efek samping. Bila metode metode modifikasi perilaku sudah Anda terapkan dan tidak membuat anak berhasil mengontrol emosi, maka  Anda bisa berkonsultasi dengan dokter sebagai pilihan terakhir. Walau bagaimanapun, pemberian obat kimia haruslah menjadi pilihan terakhir Anda bukan pilihan pertama.

7. Berikan waktu banyak dikesempatan yang berbeda

Beberapa anak hiperaktif kadang meningkat disaat sekolah menyediakan banyak waktu untuk mereka bermain. Saat orang-orang terdekat memberikan kesempatan mereka untuk bermain, bisa menggunakannya pada waktu yang santai atau suasana yang tidak terstruktur. Namun ketika orang tua bahkan guru menjadi makin sibuk, maka jadwal anak yang hiperaktif akan menjadi lebih teratur. Jadi usahakan anak yang hiperaktif bisa mendapaktan kesempatan bermain pada waktu diluar jam sekolah atau hari libur supaya mereka tetap bisa merasakan bermain setiap harinya.

8. Persiapan segalanya untuk anak

Saat anak Anda terdiaknosa mengidap kondisi hiperaktif, baik melalui guru, dokter, atau spesialis, mereka akan memikurkan cara penyesaian masalah. Walau cara mereka berbeda dengan Anda, tetapi pilihlah hal yang sekiranya terbaik untuk anak Anda. Tidak semua pendapat guru, dokter atau ahli itu sama, tetapi yang harus Anda tahu ialah memilih mana yang terbaik agar kerjasama mampu mengembangkan kemampuan anak secara optimal. Jadi ketika Anda sepakat untuk berkonsultasi biarkan orang lain memecahkan atau memahami kesulitan-kesulitan anak.

9. Cari banyak refrensi dan informasi

Bila Anda masih kesulitan mengatasi masalah hiperaktif, maka  bacalah, atau cari refrensi yang berkaitan dengan penderita anak hiperaktif. Carilah sumber media terpercaya dan hindari keputusan yanh membuat Anda terpaksa melakukan tindakan sendiri pada anak. Agar keputusan berhasil, Anda juga bisa meminta bantuan dari orang lain dengan pengalaman yang sama dan cari waktu sebanyak mungkin untuk Anda untuk membahas masalah yang anak Anda alami dengan nyaman.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top