Life Style

Apa Saja Perbedaan Intelegensi dengan Bakat?

perbedaan intelegensi dengan bakat

Ada kekeliruan pada pandangan masyarakat mengenai intelegensi dan bakat. Masih banyak masyarakat yang masih menyamakan antara bakat dengan intelegensi. Padahal keduanya mempunyai perbedaan. Lalu di mana saja perbedaan intelegensi dengan bakat?

Sponsored: perawatan wajah

perbedaan intelegensi dengan bakat

Definisi Intelegensi

Ada beberapa pendapat ilmuwan mengenai definisi intelegensi. Pendapat-pendapat itu antara lain :

  1. Terman: intelegensi merupakan kemampuan untuk berpikir secara abstrak.
  2. Thorndike: intelegensi adalah kemampuan individu untuk memberikan respon yang tepat (baik) terhadap stimulasi yang telah diterimanya, contohnya orang mengatakan “meja”, bila melihat sebuah benda berkaki empat dan mempunyai permukaan datar. Maka makin banyak hubungan (koneksi) semacam itu yang dimiliki seseorang, kian intelegenlah orang itu.
  3. Wechlsler: intelegensi yakni kemampuan untuk bertindak dengan mencapai suatu tujuan, untuk berpikir secara rasional dan untuk berhubungan dengan lingkungan secara efektif
  4. Breckenridge dan Vincent berpendapat bahwa “intelegensi adalah kemampuan seseorang untuk belajar, menyesuaikan diri dan memecahkan masalah baru.

Dari beberapa pengertian di atas intelegensi adalah kemampuan seseorang. Mengutip dari salah satu penelitian: “Pada awal penelitiannya Gardner hanya mengidentifikasi tujuh tipe kecerdasan yaitu linguistic intelligence atau kecerdasan bahasa, musical intelligence atau kecerdasan musikal, logical/matematical intelligence atau kecerdasan matematislogis, visual/spatial intelligence atau kecerdasan visual, Body kinestic intelligence atau kecerdasan kinestetik badan, intrapersonal intelligence atau kecerdasan intrapersonal, interpesonal intelligence atau kecerdasan interpersonal. Dalam perkembangannya, Gardner memberi tambahan dua tipe kecerdasan yaitu natural intelligence atau kecerdasan lingkungan dan existential intelligence atau kecerdasan.”

Mengutip pula dari salah satu penelitian, ada beberapa faktor kecerdasan di dalam tes psikologi. Faktor-faktor kecerdasan yang diungkap dalam tes psikologi tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Kemampuan memahami masalah: yaitu kemampuan untuk menggunakan pengalaman masa lalunya dalam menghadapi situasi praktis seharihari.
  2. Ruang lingkup pengetahuan: menunjukkan tingkat kepedulian siswa terhadap situasi sosial dan masyarakat.
  3. Kekayaan bahasa: petunjuk penguasaan perbendaharaan kata yang
  4. Kemampuan bekerja dengan angka: kemampuan menggunakan konsep dasar numerik di antaranya seperti menjumlahkan, mengurangi, membagi dan mengalikan yang diperlukan dalam belajar hitung
  5. Daya analisis dan sintesis: kemampuan sisiwa dalam memberikan alasan yang logis dalam mengambil kesimpulan dan menerapkannya dalam kehidupan praktis.
  6. Daya abstraksi: kemampuan bekerja dengan simbol-simbol, angka dan bahasa.
  7. Kemampuan mengingat: kemampuan mereproduksi kembali terhadap sesuatu yang dipelajari.
  8. Kemampuan menangkap pendapat dengan bahasa: adalah kemampuan yang menyangkut pengertian terhadap ide-ide yang diekspresikan dalam bentuk bahasa.

Menurut Bayley faktor-faktor yang mempengaruhi faktor intelektual individu, yaitu:

  • Keturunan

Studi hubungan nilai-nilai tes intelegensi diantara anak dan orang tua, atau dengan kakek-neneknya menunjukkan adanya pengaruh faktor keturunan terhadap tingkat mental seseorang sampai pada tingkat tertentu.

  • Latar belakang sosial ekonomi

Pendapatan keluarga, pekerjaan orang tua dan faktor-faktor sosial ekonomi lainnya, berpengaruh secara positif dan cukup tinggi dengan taraf kecerdasan individu mulai 3 tahun sampai dengan remaja.

  • Lingkungan hidup

Lingkungan yang kurang baik akan menghasilkan kemampuan intelektual yang pun kurang baik. Lingkungan yang dinilai paling buruk bagi perkembangan intelegensi adalah panti-panti asuhan serta institusi lainnya, terutama bila anak ditempatkan disana sejak awal masa kehidupannya.

  • Kondisi fisik

Keadaan gizi yang kurang baik, kesehatan yang buruk, perkembangan fisik yang lambat, menyebabkan tingkat mental yang rendah.

  • Iklim emosi

Iklim emosi tempat individu dibesarkan mempengaruhi perkembangan mental individu yang bersangkutan (Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, (Jakarta : PT.Rineka Cipta, 2003), h. 131)

Definisi Bakat

Bakat (aptitude) adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang (Muhibbin Syah, Psikologi belajarI, h.135). Menurut Crow dan Crow (1989) bakat dapat dianggap sebagai kualitas yang dipunyai oleh semua orang dalam tingkat yang beragam. Cattel (dalam Crow dan Crow, 1989) mencoba menemukan perbedaan-perbedaan di antara individu dalam bidang-bidang seperti di bawah ini, yang sebagian besar berhubungan dengan ketajaman sensoris, kekuatan otot dibandingkan dengan kemampuan-kemampuan mental lainnya yang lebih kompleks:

  1. Kekuatan memegang atau menggenggam
  2. Kecepatan gerakan lengan
  3. Dua ambang mata pada belakang tangan
  4. Jumlah tekanan yang diperlukan yang mengakibatkan rasa sakit pada dahi
  5. Perbedaan berat yang tidak begitu kentara
  6. Waktu dalam bereaksi terhadap bunyi
  7. Waktu yang dibutuhkan untuk menyebutkan sepuluh warna
  8. Membagi garis menjadi dua yang masing-masing panjangnya 50 cm
  9. Kemampuan untuk mereproduksi selama jangka waktu 10 detik dengan ketukan setelah itu subjek diminta untuk mengingatnya
  10. Saat mengingat huruf-huruf yang berhubungan dengan pendengaran

Oleh karenanya Woodworth dan Marquis (dalam Suryabrata, 1995) mengkategorikan bakat menjadi tiga hal:

  1. Kemampuan aktual
  2. Kemampuan potensial
  3. Kualitas pada kemampuan tertentu

Dari definisi di atas, pada intinya intelegensi merupakan kemampuan individu dalam belajar dalam menyelesaikan suatu masalah. Suatu masalah tersebut bisa berupa hal abstrak, bangun ruang, bahasa, gerak tubuh, dan selainnya. Sementara bakat bersinggungan dengan kemampuan yang telah teraktuskan. Contohnya, seseorang yang mempunyai kecerdasan linguistic, ketika belajar mengenai bahasa, ia akan mudah atau cepat belajar. Semakin lama dilatih ia akan memiliki kemampuan dalam hal bahasa. Kemampuan yang telah dilatih itulah yang disebut bakat.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top