Life Style

AKHIRNYA KPI RESMI MELARANG PRIA KEMAYU

AKHIRNYA KPI RESMI MELARANG PRIA KEMAYU

AKHIRNYA KPI RESMI MELARANG PRIA KEMAYU

Kabar menggembirakan bagi anda para wanita yang telah memiliki anak, bahwa telah resmi lembaga KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) melarang tontonan yang menayangkan aksi pria kebanci-bancian. Hal tersebut seperti di ungkapkan di ungkapkan oleh wakil ketua Komisi Penyiaran Pusat Muzayyad, Komisioner KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) Asrorun Ni’a, serta komisioner Komisi lembaga penyiaran indonesia pusat Agatha Lily dalam acara diskusi terbatas.

KPI dalam hal ini mengacu pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan juga peraturan Standar Program Siaran (P3 serta SPS) KPI pada tahun 2002. Surat edaran pun telah resmi diterbitkan pada tanggal 23 Febuari 2016 dengan nomor 203/K/KPI/02/2016.

Dukungan atas langkah yang dilakukan oleh KPI ini diberikan oleh Deddy Corbuzier. Mentalis yang juga pesulap ini mengatakan bahwa aksi yang di lakukan demi hiburan yang di lakukan mereka yang bergaya kebanci-bancian memang menghibur, namun sangat berbahaya bagi anak-anak.

Menurutnya, tayangan yang menampilkan para pria kemayu di suatu stasiun televisi dapat memicu dampak buruk seperti melanggar norma kesusilaan serta bahaya modelling yang di lakukan oleh anak, karena belum sempurnanya kognitif yang dimiliki anak.

Acara maupun kontent tayangan yang mempertontonkan karakter kemayu pun berdampak pada kemakluman terhadap sifat kebanci-bancian, jika kampanye yang di lakukan melalui konten acara televisi tersebut terus-menerus dilakukan.

Akibatnya jika kemakluman telah muncul dalam diri seorang anak yang masih tumbuh dan berkembang, dapat menularkan sifat tersebut pada anak. Tentu merupakan bahaya yang mengkhawatirkan bagi para ibu, yang berharap anaknya tumbuh dan berkembang secara normal dan baik menurut agama, sosial negara, dan kemasyarakatan.

Bagi anda para wanita tentu akan sangat bahagia jika melihat anak kita taat, dan tumbuh sesuai dengan kodrat dan fitrah yang dimiliki oleh manusia sesuai dengan jenis kelaminnya. Untuk itu dibutuhkan peran serta perhatian dan didikan yang baik dalam rumah tangga. Seorang ibu adalah pemimpin untuk anak-anaknya dan juga menjadi guru pertama dalam hidup seorang anak.

Menjaga anak dari informasi yang tidak baik, tidak harus dengan gaya yang keras, dengan tutur kata yang baik dan lembut penuh kasih sayang akan lebih efektif di terapkan pada seorang anak yang berusia anak dan remaja. Sifat keras yang di lakukan orang tua hanya akan menambah rasa teraumatis, hingga perlawanan yang lebih keras lagi dari anak dengan cara langsung maupun tidak langsung.

Cara langsung yang di lakukan oleh anak dapat berupa verbal, atau cara tidak langsung dengan pelarian dan menjadi seperti apa yang di larang oleh sang orang tua. Menghindari hal tersebut di butuhkan keikhlasan sang orang tua. Selain dengan didikan yang baik anak sebaiknya ditanamkan nilai-nilai religius dari sang ibu dengan kerjasama yang baik dengan sang ayah.

Jika itu semua di terapkan tentu anak akan tumbuh sebagai mana mestinya dan terhindar dari gaya hidup menyimpang ala LGBT.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Comments

comments

To Top